Rabu, 06 Agustus 2014

Hanya Kamu Yang Tau berapa lama lagi aku harus menunggu

Kamu tau,mungkin hidup semua orang,termaksuk KAMU DAN AKU,akan lebih mudah jika boleh menikah dengan bantal penyangga kepala kita setiap malam,yang mengusir demam dan menjauhkan kuntilanak dari mimpi,mengamini doa-doa,merindukan kita disiang hari menyimpan aroma sampo yang kita sukai,menyerap keringat,liur,air mata,tumpahan kopi tanpa sekali pun protes,dan berbisik ketelinga kita yang murung :"berbahagialah,berbahagialah diluar sana.seseorang mencintaimu" tetapi apakah dunia ini akan menikahi kita kepada hal sesuatu yang tidak berasal dari kita,meskipun ia mencintai kita tanpa merasakan duka dan damba
     
     sepertinya tidak,semoga hanya "belum" sehingga kita bisa menunggu datangnya hari itu.sekarang coba bayangkan gunung didekat rumah mu (kalau tak ada kamu boleh bayangkan gunung fuji ataupun everst) coba bayangkan gunung itu pecinta dan sedang menunggu orang yang dicintainya.dan dia menunggu semenjak dia ada didunia ini ku rasa sebesar itu lah bakat ku untuk menunggu mu .ku rasa sebesar itu lah aku ingin bertemu dengan hari itu.dan berkata kepadanya "hanya kamu yang tau berapa lama lagi aku harus menunggu mu :') "


   terkadang aku berfikir aku terlalu berbeda dari semuanya.terkadang aku berfikir,apakah aku,dalam alam bawah sadarku,sesungguhnya menanti seseorang yang bisa mengimbangiku.tentu saja aku bermaksud mengatakan mengimbangiku dalam kelebihan dan kekurangan ku.


 kadang aku murung memikirkannya dan menangis diam-diam dipojok kamar,pada malam hari ketika tiada satu orang pun ,agar tak ada yang mengetahui atau mendengarkan.supaya air mataku bisa mengalir tanpa halangan kelubang rayap dan berdiam disana selamanya .sesungguhnya aku enggan melakukan itu tetapi hanya itu yang bisa membuat hatiku lebih sedikit tenang

 aku memang seperti itu.itulah aku.beberapa orang sering mengeluh sifatku yang perasa seseorang menggunakan istilah "melankonis" dan seseorang itu pernah mengatakan bahwa tak akan ada yang mau hidup bersama ku jika aku tak segera mengubah sifatku yang satu ini tetapi apa gunanya hidup ini jika tidak bisa menjadi diri sendiiri ?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar